Bumi Merintih

BUMI MERINTIH

Semakin merangkaknya waktu
Hijaunya hutan mulai teriris
Tanah yang subur kini menandus
Sang jago merah perlahan melahapnya

Kepulan asap mulai terendus
Semakin memuainya panas yang masuk
Bongkahan es kini tersurut
Hingga tercecernya air laut

Tatkala itu...
Nyawa mulai terenggut
Tangan tangan manusia tersangkut paut
Hingga alam tak mau lagi terliput

Alam yang dulunya tersedia
Kini habis tak tersisa
Berbagai solusi tersedia
Namun alam tak mau lagi menerimanya

Lantas siapa yang salah
Hanya rintih tangisan yang ada
Tersandingi berbagai derita
Termakan ego sudah

Entah mengapa.....
Tangan tangan kejam masih tak puas
Dengan rintihan yang terdengar keras
Tak kuasa menahan aksi para beringas

Mereka tak sadar..
Apa yang sudah di perbuat
Memulai dengan kekejaman
Berakhir dengan kerusakan

Langit yang dulunya cerah
Kini tertupi polusi yang tak kunjung reda
Melihat asap bertebaran dimana mana
Hingga mengikis segarnya udara

Sampah sampah terisi pada samudera
Teriringi tumpahan minyak yang tak terkira
Memporak porandakan samudera
Hanya air keruh yang tersisa

Usai sudah alam yang indah
Dengan tangan tangan manusia
Merusak semua yang ada
Tanpa mempertimbangkan resikonya
Hanya ada satu harapan
Membangkitkan arti kesadaran
Menyelesaikan semua masalah yang ada
Karena alam telah dipertaruhkan


Komentar